Member of Jakarta Future Exchange | Member of Indonesia Derivatives Clearing House

PT Equityworld Futures : Emas Catat Penurunan Mingguan Pertama Dalam 5 Pekan •
Uncategorized

PT Equityworld Futures : Emas Catat Penurunan Mingguan Pertama Dalam 5 Pekan

PT Equityworld Cirebon Emas berjangka berakhir lebih rendah pada hari Jumat untuk mencatat kerugian mingguan pertamanya dalam lima pekan terakhir, karena imbal hasil Treasury melambung dan dolar AS naik lebih tinggi.

Emas untuk pengiriman Agustus menetap di level $1,801,80 per ons di Comex. Perak September kehilangan 15 sen, atau 0,6%, pada $25,23 per ons.

Mengakhiri perdagangan di Comex, tembaga September naik 1,4% menjadi $4,40 per pon, dengan harga kontrak paling aktif menghitung kenaikan 1,8% untuk pekan ini.

Baca Juga : PT. Equityworld Futures – Keunggulan dan karakteristik Produk

Harga emas turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas berbalik melemah dari kenaikan sehari sebelumnya karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dolar yang lebih kuat dan kenaikan di pasar ekuitas mengurangi daya tariknya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh 3,6 dolar AS atau 0,2 persen, menjadi ditutup pada 1.801,80 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (22/7/2021), emas berjangka naik 2 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.805,40 dolar AS.

Komoditas emas berjangka merosot 8 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.803,40 dolar AS pada Rabu (21/7/2021), setelah terdongkrak 2,2 dolar AS atau 0,12 persen menjadi 1.811,40 dolar AS pada Selasa (20/7/2021), dan terpangkas 5,8 dolar AS atau 0,32 persen menjadi 1.809,20 dolar AS pada Senin (19/7/2021).

Nilai emas melemah sekitar 0,7 persen minggu ini setelah sempat bergerak menuju tertinggi satu bulan minggu lalu, karena kekhawatiran atas meningkatnya kasus varian Delta COVID-19 telah mereda, mendorong investor untuk keluar dari aset safe-haven saat selera risiko kembali.

“Pasar emas mencari pendorong fundamental baru dan sebenarnya tidak ada,” kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals. Ia mencatat imbal hasil riil yang lebih lemah dan lonjakan kasus COVID-19 tidak cukup untuk menggerakkan harga emas lebih tinggi.

“Para pedagang teknikal menjadi lebih dominan karena kurangnya fundamental dan postur teknikal jangka pendek emas telah berubah negatif, mengundang beberapa pedagang untuk melakukan penjualan di pasar,” tambah Wyckoff.

Sumber Marketwatch dan Reuters

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.